ARTIKEL TERBARU
Yobroo Team

Dollar Melaju, Fokus ke Data ADP

Dollar menguat terhadap major currencies lainnya setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengindikasikan perlunya menaikkan suku bunga bila suatu saat nanti ekonomi semakin pesat karena stimulus dan mencegahnya overheat. Namun kemudian ia menyebut hal itu bukan sesuatu yang ia rekomendasikan dalam waktu dekat dan ia tetap menghormati independensi the Fed. Dollar menguat 0,3% dan pergerakan selanjutnya bergantung pada data ketenagakerjan swasta AS malam nanti.
Euro Tertekan Jelang data PMI Jasa
Euro melemah terhadap dollar yang menguat karena pernyataan Yellen. Tekanan juga datang dari kekhawatiran soal ekonomi kawasan menyusul laporan yang menunjukkan double dip recession. Pasar juga menilai tingkat vaksinasi di blok mata uang itu belum secepat AS, yang dapat menghambat pemulihan ekonomi. Fokus selanjutnya adalah data aktivitas sektor jasa zona euro. Bila angkanya juga turun seperti sektor manufaktur, bisa menambah tekanan ke euro, yang melemah hampir 0,4% . Namun saat ini masih bullsih dengan berada di atas MA 100.
Pernyataan Yellen Tekan Emas
Emas turun 1% karena pernyataan Menteri Keuangan AS Janet Yellen bahwa suku bunga pada nantinya harus naik untuk mencegah ekonomi overheat. Namun harga mendapat support dari laporan Asosiasi Emas China yang menyebutkan konsumsi emas melonjak 94% pada kuartal pertama 2021. Meski tersendat, banyak analis mengatakan harga akan tembus $1800 karena suatu saat tekanan inflasi akan meningkat. Stimulus fiskal dan moneter berlinai triliunan dollar dipandang cepat atau lambat akan mendorong inflasi.
Minyak Melonjak 2%
Harga minyak naik 2% karena harapan peningkatan permintaan setelah beberapa Negara bagian AS melonggarkan lockdown. Pergerakan harga selanjutnya bergantung pada data cadangan dari EIA. Cadangan minyak diperkirakan turun 2,2 juta barel minggu lalu. EIA pernah memproyeksikan konsumsi minyak AS tumbuh 7% tahun ini menjadi 19,53 juta barel per hari. Konsumsi di China, konsumen terbesar kedua, juga diperkirakan bertambah. Menurut PlattAnalytic, konsumsi minyak China bakal tumbuh 6% pada 2021.
Posisi harga saat ini sudah tembus $66 per barel dan tren masih bullish dengan harga masih di atas MA 100.
Aksi Jual Lanjut, Nasdaq Masih Tergelincir
Tiga indeks utama AS mencatat perdagangan yang kurang baik, dengan indeks Nasdaq melanjutkan kejatuhannya di tengah aksi jual saham teknologi. Investor melakukan profit taking pada saham teknologi unggulan seperti Microsoft dan Apple dan beralih ke saham defensif di indeks Dow Jones dan S&P 500. Investor juga dikejutkan oleh pernyataan Yellen terkait suku bunga. Banyak investor yang keluar dari bursa karena mengantisipasi data payroll. Indeks Nasdaq anjlok 1,8%, sedangkan indeks Dow Jones flat dan indeks SP 500 turun 0,6%.
Fokus Hari Ini: ADP, EIA
ADP Employment Change adalah laporan ketenagakerjaan swasta AS, yang merupakan gambaran awal non- farm payroll. EIA akan mengumumkan data cadangan energy AS yang dapat mempengaruhi harga minyak.

Leave a Reply

Educational Safe Trading, Easy Profit

FOLLOW INSTAGRAM :