ARTIKEL TERBARU
Yobroo Team

Dolar Melemah, Meski Data CPI AS Dirilis Melebihi Perkiraan

Dolar AS jatuh ke posisi terendah tiga minggu pada hari Selasa setelah data menunjukkan inflasi AS naik tajam di bulan Maret. Namun, kenaikan tersebut diperkirakan tidak akan mengubah komitmen Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level terendah untuk beberapa tahun mendatang. CPI melonjak 0,6% bulan lalu, terbesar sejak Agustus 2012, setelah naik 0,4% pada Februari. Sementara core CPI naik 0,3%, setelah naik 0,1% di bulan Februari. Dollar sempat melonjak setelah data tersebut, namun kembali turun. Sebelumnya the Fed mengatakan akan memantau kenaikan inflasi sementara, dan analis memperkirakan itu akan memungkinkan inflasi berjalan lebih panas dari yang diperkirakan, sebelum menaikkan suku bunga. Presiden Bank Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan pada hari Selasa bahwa kecil kemungkinan inflasi akan lepas kendali tahun ini. Indeks dolar turun ke 91,85, terendah sejak 23 Maret.
Loonie Naik Berkat Kenaikan Harga Minyak
Loonie menguat terhadap mata uang AS pada hari Selasa berkat kenaikan harga minyak, dengan loonie rebound dari level terendah enam hari sebelumnya. S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi lainnya karena investor mengabaikan kekhawatiran tentang penghentian peluncuran vaksin COVID-19 Johnson & Johnson, sementara harga minyak, salah satu ekspor utama Kanada, naik didukung oleh data impor China yang kuat.
Emas Menguat Setelah Data CPI AS
Harga emas naik pada hari Selasa data yang menunjukkan kenaikan tajam pada inflasi AS, mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi dan membebani dolar. Harga spot emas naik 0,8% menjadi $ 1,745.94, setelah sempat turun ke $ 1.722,67, terendah sejak 5 April. Dolar AS turun ke posisi terendah tiga minggu setelah data tersebut dan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun juga menurun.
Minyak Naik Setelah Data Import China
Harga minyak menguat pada Selasa setelah data impor China, tetapi reli dibatasi oleh kekhawatiran bahwa jeda pada vaksin Johnson&Johnson (J&J) dapat menunda pemulihan ekonomi dan membatasi pertumbuhan permintaan minyak. Harga minyak Brent naik 0,6%dan WTI naik 0,8% . Ekspor China tumbuh dengan kecepatan tinggi pada bulan Maret karena meningkatnya permintaan global di tengah kemajuan vaksinasi COVID-19. Pertumbuhan impor melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun. Impor minyak mentah ke China melonjak 21% di bulan Maret . Sementara itu, J&J mengatakan akan menunda peluncuran vaksin COVID-19 di Eropa dan sedang meninjau kasus pembekuan darah yang sangat jarang pada orang-orang setelah badan kesehatan federal AS merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan vaksin karena enam wanita di bawah 50 mengalami pembekuan darah setelah menerima suntikan.
Wall Street Variatif, S&P 500 Kembali Cetak Rekor
Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan menguat pada akhir perdagangan Selasa. Dua dari tiga indeks utama mennguat setelah mengabaikan kekhawatiran tentang penghentian penggunaan vaksin Covid- 19 Johnson & Johnson. Indeks S&P 500 menguat 0,33% ke level 4.141,59 dan indeks Nasdaq Composite naik 1,05% menjadi 13.996,10. Sementara indeks Dow Jones melemah 0,2% menjadi 33.677,27.
Fokus Hari ini : RBNZ Meeting. Pidato Powell & Lagarde
Pagi ini Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) akan menggelar rapat regularnya, yang diperkirakan tidak ada perubahan dalam kebijakan, dimana suku bunga masih dipertahankan pada level 0,25%. Fokus pasar lainnya adalah pidato ketua the Fed Jerome Powell, dimana komentarnya mengenai kenaikan inflasi dan imbal hasil obligasi akan menjadi sorotan pasar. Selain Powell, Christine Lagarde ECB juga akan menyampaikan pidato.

Leave a Reply

Educational Safe Trading, Easy Profit

FOLLOW INSTAGRAM :