ARTIKEL TERBARU
Yobroo Team

Dolar Jatuh Ke Level Terendah Tiga Minggu

Dolar AS jatuh ke posisi terendah tiga minggu pada hari Rabu setelah imbal hasil treasury jauh berada di level tertinggi baru-baru ini. Dolar telah menguat tahun ini karena lonjakan imbal hasil Treasury di tengah ekspektasi pertumbuhan yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi. Namun, kenaikan itu telah berhenti bulan ini, dengan yield stabil di bawah level tertinggi satu tahun yang dicapai bulan lalu. Data pada hari Selasa menunjukkan bahwa CPI AS naik ke level tertinggi 8,5 tahun di bulan Maret, tetapi itu tidak cukup untuk mengubah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral AS akan mengurangi pembelian obligasi bulanannya sebelum berkomitmen untuk menaikkan suku bunga. Indeks dolar jatuh ke level 91,57, terendah sejak 18 Maret, dan terakhir di 91,68, turun 0,11%.
Kiwi dan Poundsterling Menguat Atas Dolar AS
Dolar Selandia Baru (Kiwi) naik ke level tertinggi tiga minggu di $ 0,71220 setelah bank sentral NeW Zealand mempertahankan suku bunga dan program pembelian asetnya stabil, sesuai perkiraan. Sementara Sterling naik ke tertinggi satu minggu, didukung oleh kecepatan peluncuran vaksin Inggris, pulih dari penurunan pada hari sebelumnya yang dipicu oleh pengunduran diri kepala ekonom BoE Andy Haldane.
Emas Turun Karena Kenaikan Yield Obligasi AS, Faktor Teknikal
Emas jatuh kemarin karena kenaikan imbal hasil Treasury AS, membebani emas yang tidak memberikan imbal hasil, meski dolar AS melemah. Harga spot emas turun 0,5% menjadi $ 1.736,02, sementara emas berjangka AS turun 0,6% di $ 1.736.30. Kenaikan yield obligasi AS membebani sentimen, namun analis melihat bahwa penurunan juga karena faktor teknikal setelah harga tertahan di resistance 1750.
Minyak Naik Berkat Optimisme Permintaan
Harga minyak melonjak hampir 5% pada hari Rabu, setelah laporan dari International Energy Agency (IEA), diikuti oleh data inventaris AS, meningkatkan optimisme tentang kembalinya permintaan setelah penguncian virus korona tahun lalu menghancurkan konsumsi bahan bakar. Minyak Brent naik 4,6%, menjadi $66,58 per barel dan WTI naik 4,9%,menjadi $63,15 per barel. Cadangan minyak mentah AS turun 5,9 juta barel pekan lalu, kata EIA, melebihi perkiraan analis untuk penurunan 2,9 juta barel. EIA juga meaporkan Pasokan bensin pada minggu terakhir, menunjukkan konsumsi bahan bakar AS, naik menjadi 8,9 juta barel per hari, tertinggi sejak Agustus. Harga juga naik setelah IEA memperkirakan permintaan dan pasokan minyak global akan menyeimbangkan kembali pada paruh kedua tahun ini. EIA menambahkan bahwa produsen mungkin perlu memompa tambahan 2 juta barel per hari untuk memenuhi permintaan yang diharapkan.
Wall Street Variatif, Nasdaq &P 500 Turun
Bursa saham Wall Street bergerak variatif pada hari Rabu, dengan indeks Nasdaq Composite dan S&P 500 jatuh karena penurunan saham Teknologi. Indeks S&P 500 ditutup melemah 16,93 poin, atau 0,41% ke 4.124,66 dan indeks Nasdaq Composite turun 138,26 poin atau 0,99% menjadi 13.857,84. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menguat 53,62 poin atau 0,16% menjadi 33.730,89.
Fokus Hari ini : Retail Sales AS
Salah satu data yang sangat dinantikan pasar selain data inflasi adalah data retail sales AS. Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai tren daya beli konsumen di AS. Setelah guyuran stimulus, serta vaksinasi agresif, retail AS diperkirakan tumbuh 5,8% di bulan Maret, setelah di bulan sebelumnya terkontraksi 3%. Data penting AS lainnya adalah Philly Fed manufacturing index dan jobless claims.

Leave a Reply

Educational Safe Trading, Easy Profit

FOLLOW INSTAGRAM :